Seperti sudah menjadi ketentuan baku dan umum jika anak berbuat saalah dapat dipastikan orang tua akan marah. Lalu menghukum anak. Kategori hukuman pun beragam, mulai dengan tidak memberinya uang jajan, membersihkan rumah nah kalau yang ini berbahaya, sampai memukul anak.
Bagaimanapun anak berbuat salah, seharusnya sebagai orang tua dapat lebih bijaksana dalam memberikan hukuman, marah boleh. Namun kalau keseringan memarahi anak akan lebih berbahaya lho..
Kita tahu bahwa dalam masa-masa pertumbuhan dan perkembangan otak anak, dia akan mengalami dan melakukan hal-hal yang dianggap orangtua salah dan tidak benar. Tapi, orangtua dilarang untuk memarahinya
Jangan mengancam atau menghukum anak kalau pendapat atau perbuatannya dianggap salah oleh orangtua. Anak tidaklah salah, mereka umumnya belum tahu, dalam tahap belajar. Karena itu, tanyakan alasan mereka berpendapat atau berbuat demikian, beri kesempatan untuk mengemukakan alasan-alasan.
Memarahi anak akan membuatnya takut untuk bereksplorasi. Alih-alih memarahi atau mengancam anak jika melakukan hal yang dianggap salah oleh orangtua, berikanlah contoh-contoh dan ajaklah berpikir.
Orangtua harus memberi kesempatan anak untuk mengembangkan khayalan, merenung, berfikir, dan mewujudkan gagasan anak dengan cara masing-masing. Biarkan mereka bermain, menggambar, membuat bentuk-bentuk, atau warna-warna dengan cara yang tidak lazim, tidak logis, tidak realistis, atau belum pernah ada.
Jangan didikte atau dipaksa, biarkan mereka yang memperbaikinya dengan caranya sendiri. Jika tidak, maka anak akan menjadi enggan mengemukakan pikiran, gagasan, pendapat, atau melakukan sesuatu.
Berilah kebebasan, kesempatan, dorongan, penghargaan, atau pujian pada anak untuk mencoba suatu gagasan, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain. Semua hal-hal tersebut akan merangsang perkembangan fungsi otak kanan anak.
Bagaimanapun anak berbuat salah, seharusnya sebagai orang tua dapat lebih bijaksana dalam memberikan hukuman, marah boleh. Namun kalau keseringan memarahi anak akan lebih berbahaya lho..
Kita tahu bahwa dalam masa-masa pertumbuhan dan perkembangan otak anak, dia akan mengalami dan melakukan hal-hal yang dianggap orangtua salah dan tidak benar. Tapi, orangtua dilarang untuk memarahinya
Jangan mengancam atau menghukum anak kalau pendapat atau perbuatannya dianggap salah oleh orangtua. Anak tidaklah salah, mereka umumnya belum tahu, dalam tahap belajar. Karena itu, tanyakan alasan mereka berpendapat atau berbuat demikian, beri kesempatan untuk mengemukakan alasan-alasan.
Memarahi anak akan membuatnya takut untuk bereksplorasi. Alih-alih memarahi atau mengancam anak jika melakukan hal yang dianggap salah oleh orangtua, berikanlah contoh-contoh dan ajaklah berpikir.
Orangtua harus memberi kesempatan anak untuk mengembangkan khayalan, merenung, berfikir, dan mewujudkan gagasan anak dengan cara masing-masing. Biarkan mereka bermain, menggambar, membuat bentuk-bentuk, atau warna-warna dengan cara yang tidak lazim, tidak logis, tidak realistis, atau belum pernah ada.
Jangan didikte atau dipaksa, biarkan mereka yang memperbaikinya dengan caranya sendiri. Jika tidak, maka anak akan menjadi enggan mengemukakan pikiran, gagasan, pendapat, atau melakukan sesuatu.
Berilah kebebasan, kesempatan, dorongan, penghargaan, atau pujian pada anak untuk mencoba suatu gagasan, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain. Semua hal-hal tersebut akan merangsang perkembangan fungsi otak kanan anak.

EmoticonEmoticon